Kamis, 08 November 2012

Isometric Drawing dan Spool Drawing

Dulu ada yang pernah minta dibuatin panduan membuat spool drawing dari isometric drawing. Dah lama juga, kalau nggak salah sekitaran bulan Juli 2012. Sekarang baru sempat bikinnya. Sorry ya..

Ingat Mas Bro, “laen ladang laen belalang” jadi laen tempat mungkin akan berbeda caranya atau software yang dipakai. Tetapi pada prinsipnya secara garis besar akan sama saja.

Kita nggak usah mulai dari conceptual design ya, langsung aja PID udah jadi komplit sekalian dengan layoutnya. Berbekal PID dan Layout, biasanya seorang piping designer akan membuat 3D routing dengan software khusus. Software yang dipakai bisa macem2, kadang PDS, PDMS atau Tribon (kalau ini seringnya dipakai di Shipyard).

Biasanya software 3D ini bekerja dengan system server dengan tujuan untuk satu project bisa dikerjakan oleh beberapa orang (kadang sampai puluhan tergantung besarnya project) dalam waktu yang bersamaan (simultaneous) untuk multidisiplin. Contoh: orang structure bikin gambar hull, orang mechanic bikin gambar pompa kemudian diletakkan di server, ketika piping designer ingin merouting pipa dari tank (hull) ke pump, tinggal merouting pipanya karena gambar hull dan pump sudah tersedia.

Hasil akhir dari proses diatas biasanya sudah berupa isometric drawing. Lengkap dengan BoMnya. Untuk beberapa perusahaan isometric drawing ini langsung diissued for construction ke production department dan proses fabrikasi pipa pun berjalan.

Tapi untuk EPC company yang umumnya lebih besar isometric drawing akan dirinci lagi menjadi spool drawing. Disinilah proses yang sering disebut detailing/spooling.

Saya pakai contoh actual di kumpeni yang sekarang. Software yang kami pakai saat ini untuk spooling adalah AutoCAD add on yang bernama Columbus Egg. Jangan tanya bikinan siapa lho ya.

Step spooling dengan si Columbus ini:

1.      Isometric drawing direview manual oleh piping engineer untuk peletakkan shop weld dan field weld. Atau mungkin ada comment tambahan, additional weld atau bahkan hold drawing dst

2.      Setelah ok di review oleh piping engineer, isometric drawing dalam format 3D kita input ke AutoCAD dengan si Columbus teradd on.

3.      Piping Drafter akan melakukan detailing sesuai dengan hasil review, melakukan penomoran weldingan, meletakkan lokasi shop weld dan field weld, penomoran spool (spool numbering) dst.

4.      Identifikasi pipe support location dan type.

5.      Outputnya akan berupa spool drawing yang akan diissued for construction.

Secara sederhana seperti itulah prosesnya si gambar pipa. Monggo kalau mau dikoreksi, dikomen dan disharing pengalamannya.



 

Selasa, 06 November 2012

Kok nggak ada report mancing lagi??

Beberapa bulan belakangan ini saya jarang post soal report mancing ke blog ini. Bukan berarti saya nggak mancing. Justru semenjak di Karimun ini hampir tiap hari saya mancing. Maklum jarak rumah kontrakan saya ke pantai (coastal area dan bea cukai) cuma 1 km. Jadi kalau mau mancing tinggal nyalain motor saja.

Selama 6 bulan di Tanjung Balai Karimun, saya jadi lebih sering mancing shorebased. Ikan yang saya dapat kecil-kecil dan yang paling sering dapat buntal. Hahahahahaha. Hasil yang notable cuma ikan senangin ukuran 0.5 kg, itupun yang dapat justru istri saya dengan tackles murah ecek-ecek seharga 70 ribuan komplit joran antena dan katrol.

Istri dan anak, shorebased fishing di Coastal Area Karimun


Saya pernah coba mancing ke tengah sewa boat sebanyak 3 kali di Karimun sini. Yang pertama mancing ke area pulau Akar, turun dari Teluk Paku, seharian mancing cuma dapat 2 ekor ikan, satu ekor gelam 2 jari dan satu ekor ikan duri 3 jari. Trip kedua kearea depan Tanjung Balai, turun dari pelabuhan tikus samping pos Angkatan Laut Tanjung Balai, seharian mancing cuma dapat satu ekor ikan gelam ukuran 1,5 kg. Trip terakhir ke area Pulau Akar tapi lebih jauh dari trip pertama, hampir dekat dengan tokong hiu, hasil yang saya dapat ikan mengkerong 5 jari sebanyak 6 ekor.

Memang selama beberapa kali turun hasil yang saya dapat selalu mengecewakan. Karena itu saya memutuskan untuk berhenti sementara mancing ke tengah di Pulau Karimun ini. Setelah saya pelajari mungkin hasil ini dikarenakan dulunya area sekitar Pulau Karimun sering dilakukan pengerukan pasir oleh kapal-kapal Singapore, yang akhirnya merusak karang-karang disekitar pulau.

Dua trip mancing saya yang terakhir saya lakukan di Batam, yang pertama di perairan sekitar Pulau Bulu, turun dari pelabuhan Sagulung. Hasilnya mengecewakan juga, meskipun jauh lebih baik dari di Karimun tapi tetap saya anggap mengecewakan. Tetapi yang penting saya sudah salam kenal balik dengan ikan-ikan Batam, terutama preman tempatan yaitu ikan selincing.

Trip mancing terakhir saya waktu lebaran haji kemarin, tujuan area pulau Abang, berangkat dari Pelabuhan Hasyim, trip inilah yang berhasil mengobati sakaw mancing saya. Hasilnya memuaskan, 1 box full, saya sendiri berhasil menaikkan lebih dari 10 ekor ikan yang notable dari segi ukuran, rata-rata lebih dari 0,5 kg. Juaranya yang bisa membuat reel Okuma Salina saya menjerit (karena lupa atur drag) ikan Kakap Putih size 2 kg up.

Mungkin next time saya akan kembali ke Batam lagi kalau pengen mengobati sakaw mancing saya. Salam Gentak.. 

Senin, 24 September 2012

Seks Bebas di Karimun + Kondom + Nafsiah Mboy

Seperti yang mungkin sudah diketahui pembaca blog saya, saya hobi berat memancing. Dan kebetulan sekarang domisili di Pulau Karimun Kepri. Selama disini jarang sekali saya mancing ke tengah laut menggunakan perahu seperti saat saya masih tinggal di Batam.

Jadi penyaluran hobi mancing di Karimun biasanya surf casting dari tepian laut. Tempat mangkal saya biasanya di sepanjang jalan lingkar tepi laut dan Gloria (mungkin orang Tj Balai sering menyebutnya GL). Beberapa kali pengalaman jelek pernah saya alami saat mancing di area ini. Terkadang saya menemukan kondom bekas pakai di area GL, tissu dengan (maaf) sperma terbungkus di dalamnya. Dan tentu saja saya benar-benar marah waktu menemukannya di sana-sini terutama di area GL bagian ujung tempat saya biasanya nongkrong mancing.

Di Karimun sini budaya seks bebas memang agak memprihatinkan, coba aja disaat malam hari naek motor satu putaran ke jalan lingkar tepi laut, pasti Anda akan menemukan berpuluh-puluh pasangan muda-mudi sedang bermesraan di tepian laut. Biasanya di tembok pemecah ombak di pinggir jalan. Yang paling parah, mereka seolah sama sekali tidak perduli dengan sekitarnya, asyik bermesraan, cuek tanpa rasa malu. Dan saya yakin mayoritas dari mereka bukan pasangan menikah. Bahkan terkadang saya hanya menemukan motor saja, si empunya motor nyungsep entah kemana.

Di area Gloria juga tidak kalah parahnya di setiap tempat yang agak gelap pasti mudah ditemukan mahkluk-makhluk mesum berkeliaran sambil mengumbar syahwat. Saya yang biasanya kalau memancing mengajak anak dan istri saya cuma bisa mengeluh risih. Fenomena ini mungkin tidak terjadi di Karimun saja. Dulu semasa masih di Batam, sasaran muda-mudi ini biasanya di Jembatan Barelang dan sekitarnya.

Orang bilang Kepulauan Riau adalah tanah melayu yang kental dengan budaya Islamnya, tapi saya sama sekali tidak melihat adanya teguran ataupun tindakan sama sekali untuk hal ini. Berbeda dengan di kampung dulu. Saya lahir dan besar di Semarang, terus terang di kota kami mayoritas masyarakatnya adalah Islam kategori abangan (jujur mungkin saya masuk kategori ini juga). Tapi untuk urusan penerapan norma dan nilai agama jauh lebih ketat daripada disini.

Di sana untuk pasangan muda mudi belum menikah punya jam malam, biasanya lebih dari jam sepuluh perwakilan pemuda setempat (Karang Taruna) akan menyamperi pasangan tersebut untuk segera pulang. Tapi karena hampir beberapa tahun saya belum pulang kampung, semoga saja keadaan disana tidak seperti disini.

Apa yang salah dengan kejadian ini? Peran keluarga kah? Ulama atau tokoh agama? Sekolah ataupun lingkungan?

Kalau untuk pemerintah sudah pasti mereka ikut berperan dalam kebusukan moral ini. Masih ingat kontroversi kondom oleh Ibu Menkes Nafsiah Mboy? Beliau punya program besar untuk membagi-bagikan kondom bagi pengguna usia remaja, dengan dalih mencegah HIV AIDS dan mengurangi aborsi kehamilan diluar nikah. Jadi seolah-olah pemerintah membolehkan seks bebas selama pelakunya menggunakan kondom. Itu menurut pendapat pribadi saya. Padahal setahu saya HIV/AIDS tidak menular melalui hubungan seks saja.

Tersangka lain untuk penyebab kebusukan moral ini adalah media massa, baik TV, Internet dll. Entah sejak kapan ada dogma "Nggak pacaran nggak gaul", "Nggak pacaran nggak keren" dan bahkan mungkin "Hari gini masih perawan?" muncul di kalangan remaja. Betapa malunya sekarang para remaja yang tidak punya pacar, betapa bangganya sekarang muda-mudi berboncengan sambil berpelukan diatas motor.

Betapa berbedanya dengan jaman saya dulu remaja, nggak ada istilah keren, gaul atau pacaran. Yang ada sekolah, pulang, cari rumput untuk kambing, malam belajar. Yang bisa dianggap keren itu kalau kita bisa juara satu di kelas. Dan betapa malunya kalau kita ketahuan tidak membuat pekerjaan rumah.

Maaf kalau tulisan saya agak ngelantur, pagi ini entah kenapa mood kerja tidak ada dan saya kepikiran kondom yang saya ketemukan saat mancing 2 bulan lalu di GL + ingatan tentang remaja-remaja tanggung usia SMP yang masih asyik berpelukan saat saya pulang mancing jam 12 malam 4 hari yang lalu.

Rabu, 12 September 2012

Memutar layar Windows

Lagi kerja di kumpeni tiba-tiba istri telepon, "Yah, kok layar laptop yang dirumah jadi miring ya?". Saya pun nanya,"Kok bisa? Lha emang tadi diapain?" "Nggak tahu, lagi asyik ngegame salah pencet tombol keyboard, tahu-tahu aja layarnya dah miring".

Saya jadi penasaran juga, perasaan seumur-umur make pc/laptop nggak pernah denger layar monitor bisa diputar-putar pake OS, kecuali lewat settingan monitornya, nah ini kan laptop, perasaan nggak ada tombolnya. Kalaupun bisa, siapa juga yang mau make monitor dengan huruf kebalik-balik atau miring. Yang ada malah kepala bisa juling atau paling nggak leher keseleo.

Searching di Mbah Google ternyata windows memang memberikan fasilitas memutar screen. Buseeet. Tombol keyboardnya : Ctrl+Alt+Left Arrow Key (putar 90 deg ke kiri), Ctrl+Alt+Right Arrow Key (putar 90 deg ke kanan), Ctrl+Alt+Down Arrow Key (putar upside down).

Baru saya coba di komputer kantor, pake OS Windows 7 dan emang bisa.

Ada-ada aja.

 

Selasa, 11 September 2012

Hati-hati dengan luka kecil..

Luka kecil sering dianggap sepele oleh beberapa orang, termasuk saya. Hehehehe.

Hari Sabtu minggu lalu saya sekeluarga dan rekan kerja piknik ke Pantai Pelawan, kalau saya dan rekan saya pengennya mancing. Acara lain, bakar-bakar sate dan mandi aja. Kapan-kapan saya upload photo-photonya di blog.

Bukan pikniknya yang pengen saya ceritakan kali ini. Waktu piknik kemarin, kaki saya tergores tangga di pantai pelawan. Saya juga heran tangga kok bisa tajem gitu. Terantuk pelan saja, langsung luka sepanjang 5 cm. Karena saya pikir cuma luka gores, akhirnya saya biarkan saja.

Hari minggu dengan PDnya acara piknik dilanjut lagi, kali ini saya sekeluarga mancing di tepi laut. Ikan kecil-kecil aja yang naik, sekitar 5 ekor. Hari Senin saya berangkat kerja seperti biasa, luka saya yang kebetulan di atas telapak kaki dengan terpaksa saya tutup safety shoes. Nggak terasa sakit. Seharian bekerja seperti biasa.

Hari selasa pagi, entah kenapa badan saya mulai demam, selera makan pun menghilang. Di lipatan paha saya muncul benjolan kecil yang nyeri sekali. Selama pagi hari ini saya berjalan terpincang-pincang. Setelah makan, dengan maksud mencari obat demam atau cuma vitamin aja, saya berangkat ke klinik perusahaan.

Di klinik, keluhan saya cuma demam dan meriang, tanpa batuk dan pilek. Saya pikir, mumpung masih tahap ringan, kalau demamnya bisa diobati pasti cepat sembuh dan nggak sampai parah. Giliran dicheck fisik sama dokter, ada satu pertanyaan yang membuat saya kaget. "Bapak cuma demam saja, punya benjolan disertai rasa nyeri nggak di leher, ketiak atau lipatan paha?". "Punya pak di lipatan paha kaki kiri" jawab saya. "Coba dibuka kaki kirinya" kata dokter.

Yang dibuka kaki kiri lho ya. Bukan lipatan pahanya. Dan ternyata, luka gores kecil saya tadi sudah bengkak dan bernanah. Dokter bilang luka saya infeksi dan kalau nggak ditangani serius bisa berlanjut ke infeksi akut. Alamak, saya langsung kebayang amputasi.

Jadi, jangan remehkan luka kecil, kalau luka tadi disertai rasa nyeri di daerah leher, ketiak atau lipatan paha. Mungkin luka anda mengalami infeksi.
 

Senin, 06 Agustus 2012

Fishing Reel (Katrol Pancing) Termahal di Dunia

Pernah penasaran nggak kira-kira fishing reel yang paling mahal tu harganya berapa? Dulu awal-awal mancing saya selalu berpikiran kalau reel yang mahal tu pasti reel-reel laut yang untuk sport fishing techniques semacam jigging, popping dsb. Begitu terpesona dengan Stella, Fream J dan teman-temannya. Reel-reel tadi memang seharga 6 jtan keatas, kalau saya beli pasti diamuk sama Istri.

Tapi ternyata ada reel yang jauh lebih mahal lagi dari reel tersebut. Reel ini pun bukan untuk "fight" ikan-ikan berukuran besar. Namanya "Hardy Zane Ti". Nah lho, saya aja juga baru denger kok. Karena pabrikannya sendiri lebih mengkhususkan diri ke teknik fly fishing. Harga sebiji fishing reel ini US$8000,-. Kalau kita anggap US$1 = Rp. 8500,- berarti harganya dalam rupiah Rp. 68.000.000,- Busyet.. Dapat Kawasaki Ninja RR250 tuh..
Fly Fishing Reel Hardy Zane Ti
Apa yang istimewa dari reel ini sampe harganya bisa selangit gitu? Kelebihannya ada pada "Ti" dari namanya. Ti tersebut merupakan singkatan dari Titanium. Kalau ngomong soal ilmu material teknik, Titanium memang salah satu material "sempurna".

Titanium punya dua kelebihan utama dibandingkan dengan logam lain, yang pertama tahan karat, jauh lebih anti corrosive dibanding stainless steel biasa, mungkin kalau kita punya barang dari titanium terus kita lempar ke laut, kita ambil lagi 30 tahun kedepan, tu barang nggak bakalan karat. Kita gosok pun kinclong lagi. 

Kelebihan yang kedua adalah ringan dan kuat. Sebagai perbandingan titanium murni dan besi dengan volume yang sama, berat titanium akan 45% lebih ringan dari pada berat besi. Reel diatas beratnya cuma 15 ons alias 150 gr. Karena kelebihannya inilah material titanium sering dipakai di industri aerospace. Dari sinilah harga fantastis tadi timbul.

Jadi kalau anda hobi memancing dan pengen punya reel yang tahan sampai dipake anak cucu nanti, mungkin nggak ada salahnya anda beli reel ini. 

Jumat, 06 Juli 2012

Dilemma berbahasa Inggris di tempat kerja

Pagi ini sehabis toolbox talk ada seorang bapak-bapak yang agak berumur mengajak berdiskusi. Beliau bercerita kalau sebelumnya di perusahaan yang lama (perusahaan EPC PMDN yang lumayan terkenal) beliau mempunyai posisi sebagai piping supervisor tetapi sekarang di perusahaan ini beliau bekerja sebagai pipe fitter.

Saya pun bertanya,”Kok bisa Pak? Kenapa nggak melamar untuk posisi yang sama?”. Beliau menjawab,”Saya nggak bisa bahasa Inggris Mas”. Dan Saya pun terdiam. Pembicaraan kami pun dilanjutkan dengan membahas berbagai masalah perpipaan seperti drawing, material sampai ke masalah etika kerja. Dan menurut pendapat Saya pribadi, sebenarnya Bapak ini memang punya kemampuan untuk jadi Piping Supervisor. Alangkah sayangnya.

Pengalaman yang sama pernah Saya alami sebelumnya di perusahaan yang lama. Saya punya satu orang rekan engineer yang secara kinerja dan kemampuan sebenarnya tidak kalah dengan anak buah saya yang expatriate. Tapi karena keterbatasan berbahasa tadi membuat dia kesulitan untuk lebih berkembang. Beberapa kali saya tawari job offer di tempat lain, dia selalu menolak dengan alasan bahasa tadi. Sampai yang terakhir sebelum saya keluar saya tawarkan untuk naik ke posisi management pun dia tidak berani untuk mengambilnya.

Masalah klasik ini memang seakan menjadi dilemma untuk kebanyakan orang. Ketidak mampuan berbahasa asing (baca: bahasa Inggris) membatasi kesempatan untuk berkarir ke jenjang lebih tinggi dan terkadang juga kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih bagus. Beruntung bagi beberapa orang yang memang sengaja mempersiapkan diri untuk bekerja di lingkungan multinational.
Dalam dunia kerja bahasa memang penting karena salah satu hal yang paling dibutuhkan dalam bekerja adalah kemampuan untuk berkomunikasi. Contoh: ada seorang pekerja, ketika ditanya oleh atasannya tentang suatu masalah dia hanya terdiam, bukan karena tidak tahu permasalahannya ataupun solusinya tetapi lebih dikarenakan ketidakmampuan untuk mengungkapkan/mengkomunikasikan hal tersebut karena keterbatasan bahasa.
Peluang inilah yang disambut baik oleh pekerja-pekerja dari Negara lain (pinoy, bangla dst). Mereka tidak selalu lebih mampu ataupun pintar dari kita, tetapi mereka bisa berkomunikasi dengan lancar.
Pertanyaan yang sering timbul di benak saya adalah: kita bekerja di Indonesia, digaji dengan mata uang rupiah kenapa musti kita bekerja dengan bahasa formal menggunakan bahasa Inggris? Menurut pemikiran saya penyebabnya : 
  1. Karena mereka pemilik modal alias yang punya uang.
  2. Kelemahan regulasi dan aplikasinya di Negara kita. Coba kita seperti Jepang yang mewajibkan semua pekerja asingnya untuk mempelajari bahasa dan budaya mereka sebelum bekerja di Negara mereka.
Dengan kondisi diatas, (maaf) untuk saat ini kita belum bisa menjadi tuan di Negara sendiri. Kita masih hidup dalam penjajahan dengan wajah baru. Dan saya pribadi juga termasuk salah satu orang jajahan tersebut.  

Rabu, 04 Juli 2012

Bensin di Karimun 1 Liter = Rp. 20.000,-

Ini pengalaman pertama saya harus meninggalkan motor kesayangan di PT. Sebelumnya memang pernah motor saya tinggal di PT waktu di Batam, tapi itu karena tidak sengaja alias ketinggalan. Tetapi untuk kali ini, motor memang sengaja saya tinggal di parkiran perusahaan karena tak ada bensinnya. Hahahahahaha.

Karimun memang pulau yang relatif kecil bila dibandingkan Batam ataupun Bintan. Setahu saya di sini cuma ada 1 SPBU Pertamina dan 1 SPBU swasta yang sering disebut Kuda Laut (???). Jadi kalau di Karimun pemandangan kios-kios BBM mini bertebaran sepanjang jalan itu hal yang lumrah. Mungkin hampir tiap 50 meter kita bisa menemukan kios-kios BBM ini.

Kemarin pagi saya memang berangkat dengan "cadangan" bensin yang mepet di tanki motor. Harapan saya, nanti bisa beli bensin di salah satu kios BBM yang ada di sepanjang jalan waktu berangkat kerja. Berangkat seperti biasa, sepanjang jalan saya melihat semua kios-kios BBM tutup alias kehabisan bensin. Mulai dari Teluk Air hingga PN terus ke lokasi perusahaan di Pangke saya tidak menemukan satu pun kios yang menjual bensin.

Motor saya sekarat sebelum sampai di PT (sesuai prediksi) dan akhirnya persis di dekat bandara PN motor saya mulai ngadat. Motor tetap jalan meskipun dengan bensin campur (campur dorong maksudnya, hehehehe). Sampai di depan lapangan bola, ada satu kios yang melayani pembeli bensin. Hati dah bahagia, penderitaan bakalan terhenti. Ternyata bensin tadi adalah botol terakhir yang tersisa an sudah keduluan orang pula. Hahahahaha.

Dengan memasang muka memelas, saya sukses membujuk Ibu2 penjual bensin untuk menguras cadangan bensinnya. Betul-betul menguras karena drum bensin punya beliau ditunggingkan dan saya cuma mendapat bensin kira-kira 1 gelas. Cukup untuk sampe PT ini, pikir saya. Dan memang cukup tapi akibatnya saat pulang motor sudah tidak bisa dinyalain lagi.

Motor saya tinggal, pulangnya nebeng kawan. Nasib yang kita alami pun sama. Dari jalur Pangke-Meral-Balai tak ada satupun kios BBM yang buka. Beruntung bensin masih cukup sampai dirumah. Malam harinya saya berburu bensin (dengan jalan kaki tentunya). Dapat sebuah kios yang katanya punya stock bensin (atau dia nimbun ya??). Sampai di kios tersebut saya agak shock juga. Bensin dengan kemasan botol 1 Ltr yang biasanya dijual Rp. 5.000 dia jual dengan harga Rp. 20.000. Jadi berasa tinggal di Natuna atau Lamalera (hahahaha).

Entah kenapa di Karimun bisa kejadian seperti ini. Karena stock terlambat kah? atau premium dibatasi oleh pertamina? atau jangan-jangan ada oknum yang bermain? Apapun ceritanya, inilah kali pertama saya nggak bisa kemana-mana karena bensin nggak ada. Padahal katanya Karimun merupakan kawasan seigita emas BBK yang dijagokan untuk investasi asing. Tapi masalah klasik seperti langkanya BBM masih juga terjadi.

NB: ini kali kedua saya mengalami kelangkaan BBM di Karimun sejak pindah dari Batam 2 bulan lalu.

Update 05 Jul 12: Kemarin sore beli bensin botol kemasan 1.5 Ltr seharga Rp. 14.000,- Alhamdulillah sudah turun.

Rabu, 06 Juni 2012

Saya dan Butawarna

Dah lama banget saya ndak update di blog ini. Mungkin karena kesibukan kerja sehari-hari, tak terasa sudah hampir 3 bulan saya nggak pernah mampir lagi di ini. Untuk kesempatan ini saya pengen ngejunk soal pengalaman pribadi aja lah.

Dulu banyak teman-teman saya yang sering bertanya, "Ngapain jauh-jauh cari kerja di Batam? Apa di Jawa nggak ada kerjaan lagi?" Hehehehehe. Kebetulan saya dulu kuliah di Jurusan Teknik Mesin salah satu PTN di Semarang (UNDIP), yang memang alumninya lebih banyak masuk ke BUMN dan industri manufaktur di bidang otomotif (TAM, Indomobil dll).

Sebenarnya saya pengen juga kerja bareng mereka. Tapi kehendak-Nya berkata lain. Saya dilahirkan dengan cacat mata bawaan yaitu butawarna parsial. Tentu saja saya akan mengalami kesulitan untuk bisa masuk ke perusahaan-perusahaan yang saya sebutkan diatas, karena biasanya seleksi med check-upnya cukup "ketat".

Banyak yang mungkin masih kurang paham dengan "anugerah" yang bernama butawarna parsial ini. Sering teman-teman bertanya, "Kalau gitu berarti dunia serasa hitam putih dong?" Yang biasanya langsung dilanjutkan dengan "mengetes" saya, biasanya sih dengan menanyakan berbagai warna yang ada di sekeliling kami. Hahahahahaha.

Butawarna parsial tidak separah itu. Kami, para penderita butawarna partial, masih bisa membedakan warna-warna yang ada, rumput masih berwarna hijau dan langit pun masih berwarna biru. Pada saat saya kecil saya sama sekali tidak menyadari kalau saya ini butawarna. Karena dulu saya masih bisa merakit peralatan elektronik saat praktikum di SMP, menghitung hambatan di gelang resistor dan juga tidak pernah bertengkar dengan kawan-kawan yang lain soal warna.

Penyakit ini (kalau tidak salah, karena saya orang teknik bukan kedokteran, hahahahaha) disebut juga RGD (Red Green Deficiencies). Jadi dari namanya saja kita bisa menebak kalau penyakit ini lebih erat dengan warna merah dan hijau. Contohnya kalau ada warna dengan latar belakang majoritas warna hijau maka warna merah akan kalah atau sebaliknya.

Tetapi ketika warna ini berdiri sendiri tentu akan lain ceritanya. Karena itu, cacat bawaan ini cuma bisa ditest dengan cara yang saya sebutkan diatas. Biasanya sih menggunakan ICBT (Ishihara Color Blind Test). Saat ditest dengan ICBT, beberapa angka dalam lembar soal test tidak akan kelihatan untuk kami, atau terkadang dari dua digit angka cuma keliatan satu digit saja.

Kembali ke pengalaman saya, saya baru mengetahui kalau saya butawarna pada saat registrasi ulang di perguruan tinggi. Tetapi karena kebijakan PTN saya waktu itu bahwa untuk jurusan yang saya pilih mengijinkan butawarna parsial, akhirnya saya meneruskan kuliah sampai lulus.

Setelah lulus, barulah saya merasakan efek dari cacat bawaan ini, berkali-kali saya interview di perusahaan-perusahaan besar selalu gagal di medical check up dengan alasan butawarna. Padahal biasanya untuk tahapan interview sebagian besar lolos. Itulah sebenarnya alasan terbesar kenapa saya bisa terlempar ke Batam.

Pernahkah saya menyesal mendapat "anugerah" ini? Ya, dulu sekali waktu masih fresh-freshnya lulus dan baru cari kerja. Salah satu perusahaan pertama yang menerima saya adalah sebuah perusahaan manufaktur garment terbesar di Indonesia. Pada saat itu saya telah "diterima", semua proses test dan interview sudah pass.

Di hari terakhir, kebetulan waktu itu hari Sabtu, pihak HRD mengatakan, "selamat Bapak diterima, besok rabu tolong datang lagi untuk sign contract". Senangnya hati, pada saat itu saya mendapat salary yang lumayan besar untuk ukuran di sana. Tetapi sebelum pulang saya diminta mampir ke klinik perusahaan dulu untuk dicheck. Dan akhirnya, gagallah saya join kesana karena butawarna. Sepanjang perjalanan pulang saya kecewa, kesal, marah dsb.

Sejak kejadian tersebut, kegagalan demi kegagalan di proses medical check up terus saya alami. Tapi saya tidak menyesal ataupun kecewa seperti pengalaman yang pertama dulu. Sampai akhirnya saya diterima di salah satu perusahaan shipyard terbesar di Batam (tanpa medical check up tentu saja).

Ternyata di Batam, peluang masih terbuka lebar, experience dan kemampuan lebih dihargai. Dan tentu saja nggak pernah bermasalah dengan butawarna. Alhamdulillah sekarang sudah tahun ke-5 saya di Batam. Bukan di Batam langsung tepatnya karena bulan lalu saya baru join dengan salah satu perusahaan EPC (yang katanya terbesar) di Karimun. Ada test butawarna, tapi entah kenapa kok bisa masuk juga :).

Rabu, 07 Maret 2012

Pengalaman yang sangat bagus

Share cerita dari seseorang yang sangat bagus, beberapa hari lalu diposting di Milis Migas Indonesia.

Bus maut sumber kencono, Karunia bakti dan sekelebatan metro mini di hadapan saya yang lewat tanpa lampu rem mengingatkan pengalaman beberapa tahun lalu ketika diri ini masih jadi pengusaha kelas pinggiran yang penasaran mengapa sebuah Pick Up kecil saya yang di pergunakan sehari hari untuk mengangkut benda ringan macam Styrofoam harus menjalani uji petik atau KIR dengan biaya yang semestinya tertera Rp 48 ribu rupiah namun kenyataannya supir saya selalu meminta uang sejumlah Rp 160 ribu untuk setiap enam bulan uji KIR.

Dalam tiga semester uji KIR, menurut aturan, buku KIR sudah harus diganti dan saya berkeinginan untuk mengurusnya sendiri tanpa melibatkan supir. Bukannya tak percaya pada supir saya sendiri tapi keingin tahuan kenaikan jumlah biaya hingga empat ratus persen itu dari mana asalnya.

Kamis pagi, Kantor uji KIR di Jagakarsa pukul Sembilan lambat laun mulai diramaikan oleh beberapa kendaraan yang hendak menguji kelayakan mereka. Saya membawa pick up biru yang saya gunakan sehari-hari untuk usaha toko yang saya beli dari sebuah dealer dalam kondisi baru. Didepan jalan gerbang masuk dua petugas dan satu berpakaian biasa menghampiri dan bertanya.

“ Mobil ini siapa yang bawa?” Tanya petugas berkumis tebal.

“ Loh..memangnya saya nggak kelihatan, mobil ini kan saya yang kendarai!” jawab saya polos sambil tersenyum.

“ Maksudnya mobil ini biasa KIR sama siapa, siapa yang bawa, Nitipnya sama siapa?” si petugas menukas dengan nada meninggi.

“ Saya bilang saya manusia yang kelihatan, ini mobil saya yang bawa, mau uji KIR,” jawab saya tenang.

“ Jadi mau urus sendiri?” Dia bertanya, saya mengangguk yang diikuti dengan suara tertawa terbahak bahak , sambil dirinya meninggalkan saya.

“Tunggu aja sampai seminggu pak, baru beres..,” Ia membalik badan ketika beberapa langkah meninggalkan pick up saya, sambil terus tertawa.

“ Nggak apa apa , sebulan saya juga tunggu kok , saya lagi banyak waktu,”sahut saya padanya lalu saya lajukan mobil memasuki gerbang dengan loket disisi kanan.

Untuk biaya masuk, tarif tiga ribu rupiah berubah menjadi lima ribu rupiah sesuai permintaan petugas loket tanpa kembalian, It’s Ok lah, mungkin yang di gardu butuh merokok atau kopi pagi.

Sampai di dalam urutan lajur pengujian KIR mobil saya dihentikan dan kembali ditanyakan siapa yang akan membawa mobil. Dengan jawaban persis sama dengan sewaktu diluar, dahi petugas ini berkernyit tak yakin, kemudian bergegas ia menyambar buku KIR saya dan menyatakan bahwa buku KIR saya harus diganti baru dengan jumlah biaya yang disebutkan olehnya sebesar delapan puluh ribu rupiah dibayar dikantor setelah KIR.

Dibalik punggungnya saya membaca tulisan besar di dinding ruang Uji petik “ BUKU KIR TIDAK DIPUNGUT BIAYA”. Suatu paradoks pertama di pagi hari yang saya temui.

Ia menghilang dari hadapan saya dengan membawa buku KIR yang sudah harus diganti baru. “ Nanti urus didalam pak!” itu kalimat terakhirnya sebelum ia menghilang ke dalam kantor.

Lorong pengujian terhampar didepan saya hanya berisi satu mobil , sebuah pick up hitam sejenis yang melaju hanya dalam hitungan masing-masing di bawah dua menit dalam setiap perhentian. Diperhentian pertama adalah tempat lampu-lampu serta berbagai atribut keselamatan kendaraan di uji apakah berfungsi. Ada satu petugas berdiri di damping alat uji yang tanpa melihat kekendaraan hanya mengisi formulir dan menanda tanganinya untuk kemudian mempersilahkan pick up hitam di depan saya itu melaju ke pos uji berikutnya untuk melanjutkan ke pos pengecekan ban, fungsi rem dan fungsi mekanis lainnya. Kurang dari dua menit pick up itu kembali melaju dan mendapatkan form bertanda tangan tanpa perlu menginjak apalagi menguji rem di pos tersebut. Singkat, hemat waktu dan tak perlu antri panjang, sebuah efisiensi dalam tanda Tanya.

Kendaraan saya diminta maju ke pos pertama dan disana saya hentikan pick up saya dengan perlahan lalu menyalakan semua lampu mulai dari lampu utama, sign,lampu kabin, lampu malam menginjak rem dan sebagainya tanpa diminta. Tak sedetikpun wajah petugas menoleh ke pick up saya dan tak lama ia menyodorkan lembar kertas berisi tanda tangan tanda lolos uji seraya meminta uang lima belas ribu rupiah dan mempersilahkan jalan.

“ Untuk apa pak?” Tanya saya.

Ia terkejut lalu menarik kembali kertas tersebut.

“Memang harus begitu, bayar lima belas ribu!” tukasnya

“ Mobil saya belum di uji atau dilihat pak, kok saya harus bayar?”

“ Sudah lolos, bayar saja..banyak yang nunggu!” ia berusaha mempersingkat percakapan namun keukekuh menanti lembaran rupiah.

“Ok, ini saya bayar tapi mohon kuitansinya pak!” pinta saya.

“ Nggak ada , mau anda apa sih?” tanyanya

“ Mau uji KIR!” “ Jadi mau ditest betulan?”

“ Ya iya, saya jauh datang kesini untuk pastikan mobil saya di uji,” jawab saya.

“ Kalau nggak lulus tahu sendiri ya, di kasih yang gampang malah cari susah!” jawaban aneh bagi saya ketika itu yang terucap dari seorang petugas Negara yang bertanggung jawab memastikan kendaraan saya membahayakan atau tidak untuk orang lain di jalan raya sana.

Ia berteriak ke beberapa orang di lajur berikutnya.

“ Hoooi,… ini orang mau di uji mobilnya, test yang komplit jangan ada yang lewat!” Perintahnya pada beberapa orang yang semula hanya duduk membaca Koran.

Satu persatu bagian mobil diperiksa oleh mereka, hanya saja mungkin tak seteliti dealer resmi mobil yang sehari sebelumnya saya kunjungi untuk memastikan semua fungsi kendaraan saya dalam kondisi yang prima. Saya tak pernah melewatkan waktu pengecekan berkala ke bengkel resmi meski itu hanya untuk sebuah Pick up untuk usaha.

Tak ada satupun kekurangan yang bisa mereka temukan hingga si petugas pemegang kertas menghampiri saya dan tetap meminta uang untuk menyatakan mobil saya lolos uji.

“ Saya bayar semua kan nanti di loket pak, disini tertulis tidak ada pungutan apapun selama mobil di uji!” ucap saya.

Kertas dilempar ke dashboard dan mobil saya di tepuk untuk lekas pergi, bagai mengusir seekor ayam ia bersungut sungut sambil meneriakkan kepada petugas di pos setelahnya bahwa saya tak mau bayar dan minta di uji.

Di pos kedua setali tiga uang, petugas tak berkeinginan memeriksa mobil saya berikut rem dan lainnya. Selembar kertas berharga lima belas ribu rupiah ia sodorkan untuk lolos dari posnya. Saya menggeleng, tak sudi membayar kecuali di beri kuitansi.Ia naik pitam dan menendang ban mobil saya untuk kemudian mengusir semau hatinya. Kertas dilemparkan ke belakang bak mobil saya. Aneh! Saya pun melaju tak memperdulikannya karena tak ada perintah untuk injak gas atau rem sebagai proses pengujian, dan ketika diujung lorong saya diminta untuk turun dan memarkir kendaraan lalu menyerahkan kunci kepada seseorang disana.

Saya diajak kedalam ruangan kecil dan diminta membayar sejumlah delapan puluh ribu rupiah untuk sebuah buku baru yang akan dicetak. Tak terbayang apakah mereka ini bisa membaca atau tidak karena di hampir semua sudut terpampang tulisan bahwa perpanjangan buku KIR tidak dikenakan biaya. Sebuah paradoks ke sekian kali yang saya temukan pagi itu.

Petugas loket marah bukan kepalang ketika saya meminta kuitansi untuk pembayaran tersebut dan ia menghardik saya dengan tuduhan tidak mau bekerja sama dan tidak menghormati institusi mereka disana. Ia menanyakan instansi saya bekerja dan maunya apa. Saya hanya tersenyum dan menjawab bahwa saya adalah pedagang biasa, pemilik asli pick up yang tengah diuji dan hanya meminta kuitansi. “ Yang mana yang tidak saya hormati?” Tanya saya tegas dan tak mampu dijawab olehnya. Bagai seorang tahanan saya digelandang ke kantor kepala, di tatapi oleh beberapa pria gagah menyandang pangkat mirip taruna tentara di bahu kiri dan kanan dalam ruang kantor. Buku KIR di geletakkan di meja kepala kantor dan saya melihat disana dua pria yang juga gagah dengan seragam asyik berbincang sambil merokok. Saya diminta menunggu diluar sampai kemudian dihampiri oleh seorang wanita muda yang tengah hamil tua untuk kemudian ia meminta saya membayar uang sejumlah delapan puluh ribu rupiah.

“Tanpa kuitansi, saya tidak akan membayar …. dengan kuitansi ,satu jutapun akan saya bayar, lagi pula mobil saya tak diperiksa apa apa!” tegas saya padanya.

Ia dengan perut yang bulat besar mundur dan meminta ijin pada saya untuk menanyakan kepada kepala kantor untuk sebuah kuitansi. Sepuluh menit kemudian ia kembali kehadapan saya dan berkata bahwa kuitansi akan dibuatkan oleh kepala kantor.

“ Baik ,saya menunggu disini mbak,” ujar saya ramah.

Satu jam saya menunggu dan hanya menyaksikan dua orang berbicara dengan rokok yang tiada henti. beberapa buku KIR mobil lain menyusul kembali bertumpuk di atas buku KIR saya. Lelah menunggu tanpa kepastian saya menghampiri si wanita hamil untuk bertanya tentang nasib buku KIR saya. dan ia menjawab bahwa kepala kantor sedang sibuk.

Saya ketuk ruangan pak Kepala yang tak terkunci dan memotong pembicaraan dua orang yang merokok tanpa henti sejak sejam yang lalu. Lalu saya meminta untuk mereka memproses buku KIR saya. Mereka sedikit terkejut dan segera mengambil buku KIR paling bawah. Sibuk untuk menunda memproses buku KIR bukan alasan bagi saya karena satu jam setengah saya melihat mereka hanya merokok dan berbicara. Buku diserahkan kepada staffnya yang hamil sambil berbisik, ia berjalan didepan saya tanpa menoleh.Tak lama sang wanita hamil menghampiri dan meminta saya untuk membayar berapa saja karena kuitansi tidak bisa diberikan. Saya keluarkan uang lima puluh ribu rupiah dan menyodorkan kepadanya.

“ Mbak yang baik , ini saya rela memberi pada mbak , untuk kesehatan bayi dalam kandungan mbak, silahkan dibelikan susu dan segala makanan yang halal yang bisa mbak berikan padanya,nanti jika lahir karena saya tidak ingin anak mbak memakan hal yang haram dalam proses semua ini. Saya ikhlas untuk kebaikan anak dalam kandungan mbak…!” saya berkata pelan.

Ia menangis, saya panik dan tak menyangka reaksinya demikian, beberapa staff menghampiri dan bertanya, hanya untungnya si wanita hamil ini tak mengadu apapun pada mereka. Ia bergegas masuk keruang kepala dan muncul lima menit kemudian sambil membawa buku KIR saya.

“ Bapak diminta menunggu di luar depan loket, pak kepala bertanya bapak dari instansi mana..?” ia bertanya tanpa berani lama-lama menatap wajah saya.

“ Saya hanya pengusaha kecil , yang perduli dengan usaha saya dan juga peduli dengan korupsi yang merajalela !” jawab saya. Ia mempersilahkan saya keluar dan menunggu didepan loket, sebelumnya saya tetap menyodorkan uang selembar lima puluh ribu rupiah untuk anak dalam kandungannya, Meski terpaksa ia menerima uang itu karena saya nyatakan ikhlas untuk memberinya, bukan untuk proses mendapatkan buku KIR baru.

“Doakan anak saya yang baik ya pak!” ia meminta hal itu ketika menerima uang dari saya.

Didepan loket diluar, hanya dalam hitungan dibawah sepuluh menit nama saya dipanggil dan dengan baik mereka memberikan buku KIR baru , kunci mobil dan mengarahkan saya untuk menuju pengecatan tanda KIR sambil sebelumnya saya membayar biaya KIR sebesar empat puluh delapan ribu rupiah, DENGAN KUITANSI. Kakek tua mendampingi saya untuk mengecat tanda KIR, tangannya yang sudah gemetar menempelkan kertas sablon dan menghembuskan cat semprot dari tangannya untuk memberikan tanda bahwa mobil saya “syah” telah diuji KIR sampai enam bulan kedepan.

Uang lima puluh ribu rupiah kembali saya selipkan ke dekapan tangannya dengan keikhlasan tanpa minta kuitansi.

“Untuk cucu ya pak!” ujar saya ketika menyerahkan lembaran uang berwarna biru.

Ia senang bukan kepalang dan mengantar saya meninggalkan gerbang fasilitas uji KIR Negara Jagakarsa. Uang dari kantong saya tetap keluar sebesar seratus enam puluh ribu rupiah, bukan untuk proses KIR saja namun untuk sedekah pada orang orang kecil yang tengah hamil dan renta yang terjebak dalam gelapnya lorong proses pengujian kendaraan yang tak tahu fungsinya untuk apa.

Begitu keluar, saya disambut asap tebal sebuah kopaja yang melintas di trayek depan kantor uji KIR dengan rem yang berderit derit menjemput penumpang. Saya ngilu mendengar dan menatapnya, untuk Bis bukan di Jagakarsa pengujiannya, konon di tempat lain di timur Jakarta, namun hasilnya rasanya sama saja.

“Lorong gelap uji KIR”, Apakah itu penyebab ratusan orang tak bersalah meregang nyawa dijalan-jalan negeri akhir-akhir ini ?, saya tak mengerti karena saya hanya menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana proses pengujian yang saya alami dulu sekian tahun lamanya di tempat yang mestinya menjaga keselamatan seluruh anak bangsa dari bahaya kendaraan yang tak laik jalan.

Sabtu, 18 Februari 2012

Joran Shimano Cruzar - Si Anak Hilang

Ada sedikit cerita, beberapa waktu lalu ada kawan bilang kalau di pasar second aviary, batu aji, ada yang menjual joran dan katrol merk Shimano. Saya memang berminat dan akhirnya saya hunting kesana. Ubek-ubek di pasar itu ketemu juga tempatnya.

Memang ada sebuah lapak yang menjual beberapa joran dan katrol yang digantung. Si empunya toko langsung promosi kalau dia punya tackles shimano satu set. Dan barang ini dikasih tunjuk kesaya. Setelah saya cermati ternyata tackles ini set Joran Shimano Cruzar dan reel FX4000FB. Saya check barangnya memang masih bagus dan keliatannya brand new, masih ada tag Shimano tergantung dan ada tulisan "for sale in Singapore only".

Joran Shimano Cruzar

Iseng saya nanya harganya, "Berapa bang?", "Ini Shimano satu set asli bang, barang mahal, sama sampeyan saya kasih sejuta aja dah" kata si penjual. "Pasnya aja deh berapa?" saya langsung to the point. "Enam ratus bang, tak bisa turun lagi" jawab si penjual itu sambil ngejelasin kalau tackles Shimano tu kualitas wahid dan bla bla bla, biasa, promosi pasaran.

Saya cuma tersenyum aja terus bilang,"Sorry bang, kalau segitu saya nggak ada duit". Terus deh ngeloyor pergi. Memang dari awal saya nggak minat untuk ngambil tu tackles. Tapi dalam ati saya jadi bertanya-tanya juga. Ntar kalau ada yang beli terus kemakan omongan abang itu gimana ya?

Shimano memang brand kelas wahid untuk fishing tackles, tapi bukan berarti semua tackles dengan brand Shimano itu mahal dan "berkualitas". Karena sebenarnya saya tahu harga joran shimano cruzar di toko cuma Rp. 134.000, reel FX4000FB juga cuma Rp 198.000. Jadi sekalipun kita beli di toko paling banter juga cuma kena 300 ribuan untuk set yang ditawarkan oleh si Abang tadi. Pengen beli barang murah berkualitas tapi kalau nggak tahu justru malah kena ajrut2an.

Kembali ke laptop, kenapa saya bilang Shimano Cruzar itu si Anak Hilang, karena di catalog resmi Shimano South East Asia sendiri memang joran ini tidak dimasukkan. Jadi seolah-olah joran ini ada tapi oleh pabrikan sendiri yang bikin tidak diakui. Entah dengan alasan apa.

Sebelum ada Shimano Cruzar ini, joran Shimano yang resmi beredar dengan harga paling murah mungkin Shimano Scimitar. Perfomanya memang lumayan untuk kelas galatamaan atau mancing harian. Kalau Cruzar dari segi penampilan memang boleh tahan. Tapi untuk performa mungkin masih perlu dipertanyakan.

Update 05 Sep 2012:
Untuk penggemar Joran Shimano Cruzar ini nggak usah berkecil hati. Joran ini sudah diakui oleh Shimano dan dimasukkan ke katalog resmi untuk edisi 2012. Katalognya bisa didownload di website resmi Shimano.

Di katalognya Joran ini disebutkan dibuat dari material fibre glass. Ada yang type FG (Hollow Glass) dan SG (Solid Glass). Karena dari fiber menurut saya joran ini cocok untuk angler pemula karena tahan banting, tapi beratnya nggak nahan.

 

Rabu, 08 Februari 2012

Ring Fuji Untuk Joran

Untuk kalangan pemancing/anglers, pasti paling tidak pernah mendengar kata "Fuji". Fuji yang saya maksud disini bukan Fuji dari kata Fujiyama (Gunung Fuji) yang terkenal di Jepang lho. Tapi merupakan salah satu brand untuk product part dari joran yang bisa dikatakan yang terbaik.

Fuji memproduksi beberapa items yang merupakan part dari joran. Antara lain ring guide, reel seats dan butt end. Saking bagusnya terkadang saya sampai ngasih saran ke rekan2 pemancing untuk pakai patokan merk ini saat memilih joran. "Kalau mau tahu joran itu bagus nggak, tengok dulu ringnya, dah Fuji atau belum"

Nggak selalu tepat tetapi paling tidak bisa jadi screening awal untuk mengetahui apakah joran yang kita minati itu kualitasnya bagus atau nggak. Brand Fuji sendiri banyak dipakai untuk pabrikan-pabrikan joran kelas satu seperti Shimano, Daiwa dll.

Salah satu moderator Fishy Forum (Billy Kuo) pernah menuliskan tips untuk mengidentifikasi ring fuji ini. Sumber asli bisa dilihat disini. Artikelnya saya copas dibawah :

FUJI Frame Colour dan Ring Types Identification.
 
Berdasarkan Warna Frame:
- Ti : Frosted Silver Grey colour finish for Titanium frame & Gold Cermet guide or tip.
- T : Non-plated Titanium finish
- IC : Shiny Grey Ion Plating finish
- G : Gold finish
- C : Chrome finish
- B : Black Chrome finish
- no-mark (part 1): Gun-Smoke finish frame for SiC rings
- no-mark (part 2): Non-Plated stainless frame for Hard (H) rings

Berdasarkan peruntukan terbagi Frame Shape:
- Fly & Light Spin Guides: Light, UN, L frame
- Spinning Guides: AT, Y, LV frame
- Light General Purpose Guides: LN, SV frame
- General Purpose: MN, N, HV frame
- Boat & L.B.G. Guides: LDB, DB, WDB, LR, HN, R, HB frame
- Casting Guides: LC frame
- Light Spin Tips: F, L frame
- Boat & L.B.G. Tips: U, HN, HG, P, MN, MG, N frame

Berdasarkan Ring Type dari kualitas terbaik hingga ke terendah:
- G : Fuji Gold Cermet Ring (Titanium Nitride Cermet Gold)
- S : Fuji SiC Ring (Silicon Carbide Graphite Black)
- A : Fuji Alconite Ring (Reinforced Aluminium Oxide Black)
- L : Fuji Hardloy Ring (High Grade Oxide Grey)
- H : Fuji Hard Ring (Aluminium Oxide Dark Grey)
- O : Fuji "O" Ring (Aluminium Oxide Dark Brown)

Berdasarkan Height of Frame dari tertinggi ke terendah:
- HH
- H
- M
- no-mark (standart)
- L

Cara pembacaan kode untuk Guide dan Tiptopnya adalah sebagai berikut:
Misal: BMNST-16H-6.0
B adalah menandakan frame berwarna Black-Chrome finish
MN adalah menandakan model frame shape type MN (general
purpose)
S adalah kode SiC ring
T adalah kode untuk tip top
16 adalah ukuran size ring
H adalah tinggi frame H (tertinggi nomor 2)
6.0 adalah ukuran diameter dalam selongsong pipa tip top

Misal: CNLG-12L
C adalah menandakan frame berwarna Chrome finish
N adalah menandakan model frame type N (general purpose)
L adalah kode ring Hardloy ring
G adalah kode untuk guide
12 adalah ukuran size ring
L adalah tinggi frame L (paling pendek)
 

Sabtu, 04 Februari 2012

Bentuk dan jenis mata kail/fishing hook


Setelah kita mengerti komponen dasar dari sebuah kail, sekarang kita akan melihat macam2 fungsi kail yang beredar dipasaran.

Bait hooks
Cirinya adalah adanya semacam barb yang berada di badan. Ini berfungsi agar umpan tidak gampang lepas dari kail tersebut.

Name:  HookGuide_bait_100.jpg
Views: 1664
Size:  6.1 KB

Treble Hooks
Kail treble amat gampang dikenali dari bentuknya yang khas itu. Fitur 3 matanya jelas memberikan keuntungan dan kerugian nya masing2. 3 mata jelas memperbesar kemungkinan kail menancap dengan sempurna. Kail jenis ini luas di pergunakan oleh pemancing ikan2 bermulut kecil seperti baronang, dan juga pemancing yang menggunakan umpan tiruan seperti jig. Kerugiannya adalah mudah terlihat dan membuat ikan malah curiga karena bentuk nya yg tidak alami.

Name:  HookGuide_treble_80.jpg
Views: 1664
Size:  6.7 KB

Siwash Hooks
Bentuk shank nya panjang, begitu juga dengan matanya. Tidak ada fitur istimewa pada kail ini, karena bentuknya memang standard saja.

Name:  HookGuide_siwash_80.jpg
Views: 1659
Size:  4.9 KB

Aberdeen Hooks
Shank nya yang amat panjang merupakan cirinya. Biasanya di gunakan pada teknik mancing ngoncer dengan umpan alami.

Name:  HookGuide_aberdeen_80.jpg
Views: 1662
Size:  5.4 KB

Circle Hooks
Circle hook punya bentuk yang paling aneh dari semua mata pancing. Keistimewaan mata kail ini adalah jika ikan terdeteksi memakan umpan, kita tiperlu menggentak joran seperti biasanya, tetapi cukup dengan menegkenur. Kail akan menancap sempurna dengan sendirinya di bibir ikan. Penggunaan circle hook ini masih sering di perdebatkan, tapi banyak pemanyang mulai beralih menggunakannya karena  keistimewaanya tadi.

Name:  HookGuide_circle_90.jpg
Views: 1654
Size:  6.5 KB

Octopus Hooks
Bentuk shank nya yang pendek di kombinasikan dengan gap yang lebar dan kemiringan tempat ikatan kail menandakan cirinya. Ini juga adalah salah satu mata kail yang dipakai secara luas di berbagai teknik mancing, termasuk ngoncer dengan umpan hidup.

Name:  HookGuide_octopus_90.jpg
Views: 1654
Size:  5.3 KB

Worm hook
Perhatikan antara mata kail dan tempat mengikat kailnya yang nyaris berada dalam satu garis lurus. Berbeda dengan kail2 lain, ‘worm hook’ ini didesain untuk tidak mudah tersangkut jka memancing di tempat yang banyak pohon tumbangnya. Kail ini luas di gunakan dengan menggunakan umpan tiruan dari plastik.

Name:  HookGuide_worm_100.jpg
Views: 1654
Size:  6.2 KB

Jig hooks
Di desain khusus untuk di pergunakan dengan jig moulds. Penggunaannya cukup spesifik sehingga tidak popoler di khalayak ramai.

Name:  HookGuide_jighook_90.jpg
Views: 1654
Size:  6.0 KB

Drop-shot hooks
Didesain untuk menggunakan ikatan Palomar, gap nya yang melebar memberikan kemudahan untuk memasang umpan2 yang besar.


Name:  HookGuide_dropshot_80.jpg
Views: 1655
Size:  5.0 KB

Sumber Fishy Forum

Kamis, 02 Februari 2012

Bagian-bagian Kail/Fishing Hook


Artikel bagus, copas dari Fishy Forum..

Bagian-bagian Kail
Mengenal mata kail-hookguide_anatomy.jpg
Bagian-bagian Kail

The Eye

Disinilah tempat kita mengikat kail, atau tempat mencantolkannya ke umpan tiruan. Bentuk yang paling umum di jumpai adalah yang berbentuk bolong, yang terbentuk dari bahan kail itu sendiri yang di bengkokkan sehingga membentuk lingkaran.

Ada juga kail yang tidak bolong (tidak ada lubangnya), akan tetapi biasanya bentuk2 khusus ini di buat untuk aplikasi yang tertentu saja.

The Shank

Yang di sebut badan kail adalah panjang kail, di mulai dari tempat mengikat kail sampai ke titik dimana kail di bengkokkan. Panjang dari badan ini bisa pendek, sedang atau panjang. Bodi yang pendek biasanya di pakai bentuk umpan tiruan tertentu, biasanya umpan2 yang dipakai pada teknik Fly. Bodi dengan panjang sedang adalah yang terbanyak dipakai di berbagai aplikasi mancing, sedangkan kali dengan bodi yang panjang biasanya di pakai untuk teknik mancing yang memakai umpan besar, ngoncer dengan umpan hidup, misalnya.

The Gap

Diukur dari jarak antara mata kail dengan bodi. Biasanya jarak lebar kail ini proporsional, artinya makin panjang bodinya, ya lebarnya juga makin besar. Tetapi ada juga lebar kail yang lebih dari ‘rata2’. Biasanya ini di peruntukkan bagi teknik mancing yang menggunakan umpan yang tebal, misalnya untuk riggingan umpan trolling konahead, ataupun umpan alami lain yang ber bodi tebal.

The Point

Bagian inilah yang menusuk bibir ikan target. Ada yang berbentuk bundar biasa seperti mata jarum, ada yang gepeng seperti pisau dan bentuk2 lainnya. Yang paling penting di perhatikan disini adalah mata kail itu haruslah tajam, itu saja. Biasanya mata kail murahan memang dari pabriknya kurang tajam dibanding mata kail dari pabrik yang sudah punya nama.

The Barb

Tugas dan fungsi cantolan ini jelas, yaitu menjaga supaya ikan tidak terlepas begitu mata kail sudah menancap di bibir ikan. Semakin besar barb, semakin susah buat ikan (dan juga kita)untuk melepaskannya. Untuk itulah, para pemancing yg menganut aliran ‘catch and release’ selalu membuang barb ini dengan jalan mengikirnya, atau membuatnya gepeng dengan bantuan tang.



Rabu, 25 Januari 2012

Trip Mancing, Petong 21-22 Januari 2012

Kesampaian juga kita ngadain trip mancing kedua untuk Batamec Anglers Community. Pake kaos untuk mejeng yang pertama. Tekong masih memakai yang kemarin Pak Agustian. Untuk trip kali ini pesertanya nambah. Total ada 11 orang.

Planning berangkat dari Batu Aji jam 14.00 hari Sabtu, kawan2 sudah setuju untuk kumpul di rumah saya. Pukul 14.10 teng, mobil perusahaan dah njemput dan kita langsung menuju ke pelabuhan kampung vietnam. Sampai disana ternyata kapal dah menunggu. Loading barang sebentar kapal langsung tancap gas. Ni dia tampang-tampang nelayan palsu dari Batamec.

Peserta Trip kedua BAC

Peserta Trip Kedua BAC

Tujuan awal kita mancing ke daerah Tungkil tetapi karena arus kuat dan mendung di langit, captain kapal memutuskan untuk mancing di area Petong saja. Spot pertama merapat ke pulau Abang dulu. Di sini beberapa ikan karang naik.

Malam dah turun, kita mencoba peruntungan ke tengah. Tetapi memang nasib masih kurang mujur buat kami malam minggu kemarin ternyata arus kencang seperti peluru. Mulai dari jam 11.00 malam sampai pagi jam 09.00 kita nggak bisa mancing. Tetapi saya dan beberapa kawan tetap memaksa untuk mancing, meskipun sudah memakai pemberat nomor 44 tali tetap melayang. Jadinya kami main layangan semalaman.

Untuk mengobati kekecewaan pagi harinya kita nyari tamban di area Kapal Tanker, dapat beberapa kali tarikan si tamban pun langsung lenyap. Kita putuskan untuk nyari ikan karang aja sekalian jalan pulang. Pindah ke spot terakhir dapat tambahan lauk beberapa ikan ekor kerisi.

Total jenderal untuk hasil trip kali ini memang tidak memuaskan, meskipun untuk persiapan sudah yahuud. Semua on time, alat-alat lengkap tetapi kondisi arus yang tidak memungkinkan.

Mas Bambang lagi mbagi ikan hasil jarahan

Saya mejeng sama mas David

Sabtu, 21 Januari 2012

Hand phone dan pengaruhnya ke Saya

Sekarang hari Sabtu, besok Senin dah Imlek, karena perusahaan saya management Singapore bisa dibayangkan suasananya pada saat-saat seperti ini. Sepiiii. Yang masih aktif bekerja hanya karyawan lokal dan expat non mandarin saja. Sedangkan sebagian besar dari manajemen sudah cuti untuk merayakan Imlek.

Karena itu tangan gatal iseng pengen corat-coret di blog. Ide yang muncul di otak saya justru masalah hand phone ketinggalan tadi malam.

Jum'at sore saya pulang kerja pukul 16.30 WIB, sebelum pulang istri tercinta mengirim sms kalau di rumah listrik PLN padam, jadi belum sempat memasak. Ok lah, kita planning makan malam diluar aja, meskipun malamnya pukul 19.30 saya ada kelas Pipe Fitter, musti ngajar. Itung-itung bentar, masih sempat lah untuk prepare sebelum berangkat mengajar.

Singkat cerita, dinner sama keluarga dah kelar, saya berangkat mengajar, tapi karena waktu memang dah mepet, saya baru bisa keluar dari rumah pukul 19.25. Persiapan jadi serba tergesa-gesa, maklum jelek-jelek begini untuk urusan kerja saya selalu usahakan untuk professional jadi saya usahakan jangan sampai telat. Karena terburu-buru itulah justru hp saya tertinggal di rumah. Hp saya nokia monokrom type jadul, bukan BB apalagi Ipad, maklum saya mungkin type fungsional, hp asal ada yang penting bisa sms dan telpon. Di atas motor saya sudah mengingat-ingat, drawing komplit, flash drive ada, pena ada. Tak apalah hp tertinggal yang penting bahan saya untuk mengajar dah komplit.

Sepanjang perjalanan saya teringat-ingat masa kecil saya sampai masa kuliah saya. Dulu saat SMA, yang namanya hp itu masih barang super mewah buat kami. Di kelas kami cuma seorang anak yang bawa hp, itu pun nokia monochrome seri jadul. Tiap jam istirahat anak-anak ngerubutin pengen ngeliat, seperti barang langka dan unik. Bahkan Pak Guru dan Bu Guru waktu itu belum punya.

Tak jauh berbeda dengan waktu awal-awal kuliah saya. Cuma sebagian kecil kawan-kawan kuliah yang memiliki hp, saya termasuk yang tidak. Jadi pada waktu itu kalau kita ada tugas bersama, biasa bikin appointment di kampus, "Jam segini kumpul di kosmu ya!" Dan setelah itu tidak ada komunikasi sama sekali. Lambat laun diantara rekan-rekan akan terseleksi, mana kawan yang on time, yang suka molor sampai kawan yang suka boong kalau janjian.

Efeknya ke saya pribadi, saya selalu berusaha untuk menepati apa yang telah disepakati, meskipun jujur kadang sekali dua saya meleset juga. Nah sekarang ini, hp dah ada dimana-mana, semua orang mulai dari anak kecil sampai kakek nenek sudah pegang hp. Positive pointnya, komunikasi lancar, kita bisa terupdate dengan informasi setiap saat dimana pun.

Tetapi nilai-nilai tradisional seperti menepati janji, menghargai waktu orang lain dan sebagainya menjadi pertanyaan dan barang langka lagi. Saya mengalaminya berkali-kali. SMS semacam "Sorry Pak, saya tak bisa datang nih, ada acara." "Maaf Pak, tunggu lima menit lagi ya, saya masih on the way." Seolah-olah dengan mengirimkan SMS semacam ini "dosa" kita karena telah menelantarkan waktu orang menjadi dimaklumi.

Sekedar corat-coret saya aja. Selamat merayakan Imlek bagi yang merayakan dan happy weekend..

Kamis, 19 Januari 2012

Yuk modif sendiri reel kita..

Saya termasuk anglers berbudget rendah, karena punya jatah mancing rendah ya seringnya fishing tackles yang bisa kebeli yang "murahan" aja. Dulu pertama kali mancing saya beli joran/rod Pioneer dari fiber (lupa serinya apa) sama reel/katrol Shimano FX 4000. Kedua barang ini cuman seharga 300 ribuan doang.

Kalau sekarang sih koleksi joran dan katrol dah nambah banyak, harganya lama2 naik dikit2. Hehehehehehe. Tapi tetep katrol kesayangan saya ya si FX tadi. Tapi karena reel harga 200 ribuan aja, so pasti spare part sama qualitynya segitu2 aja.

Untungnya kemarin ada rekan anglers yang ngasih tahu caranya modif reel itu, karena kebetulan beliau juga punya reel FX4000. Modifnya nggak susah, supaya nambah kekuatan waktu fight sama ikan, ball bearing asli bawaan dari FX yang dari plastic kita ganti sendiri dengan ball bearing stainless steel.

Reel Shimano FX4000

Plastic Ball Bearing bawaan FX4000
Modalnya pun lumayan murah, belikan ball bearing stainless dengan ukuran sama, biar nggak salah bongkar dulu reel FX, lepas ball bearing plasticnya terus bawa ke toko hardware. Setelah itu kita tinggal pasang ball bearing stainless ke reel FXnya.

Stainless Steel Ball Bearing yang baru
Proses bongkar pasang plus ganti ball bearingnya mudah dan cepat kok. Palingan cuman 15 menit aja. Baru setelah itu kita kasih grease atau lub oil sedikit biar putaran makin enak. Tapi karena ball bearing dari logam, kita musti merawat reel lebih teratur.

Senin, 16 Januari 2012

Akhirnya BAC terbentuk juga..

Gara-gara beberapa waktu lalu saya iseng ngajakin teman2 sekantor mancing ke Barelang, muncul ide untuk bikin klub mancing sendiri. Sebenarnya waktu itu saya nggak gitu palah nanggepin, maklum ocehan orang diatas perahu, dan lagi saya pribadi sudah tergabung ke Batam Fishing Club (BFC).

Tapi ternyata temen2 sekantor pada serius mau bikin klub mancing, akhirnya terbentuklah Batamec Anglers Community (BAC). Sebenarnya banyak usulan untuk nama Batamec Fishing Club, tapi nanti pasti tubrukan image sama Batam Fishing Club. Jadi setelah melalui polling kita tentukan namanya Batamec Anglers Community.
Logo BAC (Batamec Anglers Community)

Klub dah jadi langsung proses bikin kaos, bukan untuk tujuan apa2, tapi semacam identitas saja. Akhirnya disela-sela kerja bikin2 design untuk baju. Dan walah, bajupun tadi pagi dah nyampe dari Bandung. Ni sekarang tinggal turun mancingnya aja. Planning terdekat sih, besok malam minggu tanggal 21 Jan 2012. Tunggu aja hasil report ngetrip sama BAC nanti.